Kominfo Jatim Perkuat Literasi Digital Karang Taruna dan Relawan Mojokerto

Surabaya, exspos.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur memperkuat literasi digital masyarakat Kabupaten Mojokerto melalui program peningkatan literasi digital. Kegiatan yang berkolaborasi dengan Komisi A DPRD Jatim ini diikuti 100 peserta dari perwakilan karang taruna dan relawan Semangat Sesama Mojokerto.

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menyampaikan, berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital 2025 sebesar 72,6 persen masyarakat Indonesia memanfaatkan media sosial untik mendapatkan informasi. Angka tersebut melampaui televisi maupun situs berita daring.

Namun sayangnya, kata dia, survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) justru media yang paling sering ditemukan informasi hoaks juga dari media sosial.

“Kondisi ini (banyaknya informasi hoaks) mengaharuskan masyarakat untuk cerdas dalam menggunakan teknologi digital, khususnya media sosial,” jelas Sherlita, Minggu (16/11/2025).

Sherlita menambahkan, Pemprov Jatim bersama seluruh pemangku kepentingan terus menyelenggarakan kegiatan literasi digital untuk menciptakan ruang digital yang sehat.

“Semoga ini menjadi ikhtiar bersama dalam meningkatkan literasi digital masyarakat agar lebih bijak memanfaatkan teknologi informasi,” harapnya.

Kegiatan peningkatan literasi digital dilakukan untuk menambah pemahaman masyarakat yang semakin aktif mengakses internet. “Dengan banyaknya informasi hoaks yang beredar, maka kita harus bisa menyaring informasi sebelum sharing (menyebarkan),” ujarnya.

Terlebih, dari data APJII tingkat penetrasi internet masyarakat saat ini mencapai 80,66 persen. Di Jawa Timur penetrasi internet mencapai 82,19 persen dan berkontribusi untuk nasional sebesar 15,43 persen.

Data APJII mencatat penetrasi internet nasional mencapai 80,66 persen, sementara Jawa Timur berada di angka 82,19 persen dengan kontribusi 15,43 persen terhadap nasional. “Mayoritas masyarakat Jatim kini mengakses internet melalui ponsel. Jika literasi digital semakin kuat, ruang digital kita, khususnya media sosial, akan jauh lebih sehat,” pungkasnya.(*exs)